Wednesday, January 6, 2010

Teknologi Penyiaran TV Digital (Bag. 3)

DMB Postingan kali ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya. Pada postingan sebelumnya dibahas tentang standar penyiaran TV digital ATSC, selanjutnya akan dibahas tentang DVB-T, ISDB-T, T-DMB dan DMB-T.

DVB-T diluncurkan pada september 1998 dan ISDB-T pada 1 desember 2003. Keduanya berbasis teknik  OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang dikombinasikan dengan interleaving dan memiliki kelebihan dalam menjangkau TV yang bergerak, bahkan yang berada di mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi. (Note : OFDM dan interleaving pernah dibahas di topik sebelumnya).

DVB-T juga dapat diimplementasikan dalam mode SFN (Single Frequency Network) di mana suatu operator dapat memasang beberapa pemancar dengan frekuensi yang sama tersebar pada suatu area dengan tujuan memperluas dan memperbaiki kualitas cakupan tanpa perlu menambah frekuensi.

Sedangkan sistem ISDB-T menggunakan BST-OFDM (Band Segmented Transmission – OFDM) sebagai sistem transmisi. Satu Kanal TV selebar 6 MHz dibagi ke dalam 13 segmen yang masing-masing dimodulasi secara OFDM yang dilengkapi dengan time interleave yang membuat sistem ini lebih tahan menghadapi gangguan multipath, impulse noise dan fading sehingga sangat cocok sebagai aplikasi mobile reception.

sistem T-DMB yang dikembangkan di Korea Selatan merupakan modifikasi aplikasi sistem radio DAB (Digital Audio Broadcasting) pada band VHF (Very High Frequency) 6 MHz. DAB dipilih karena telah teruji keandalannya, disamping karena efisien dalam penggunaan frekuensi dan besaran bit-rate yang cukup untuk siaran TV digital. satu kanal VHF (6 MHz – di Korea Selatan) dibagi dalam tiga blok (A, B dan C). masing-masing blok dapat digunakan untuk satu program siaran TV bergerak DMB. Semula pada DAB di Eropa, satu kanal VHF (7 MHz) dibagi dalam empat blok (A, B, C dan D). sekarang sarana itu juga akan digunakan masing-masing untuk satu program TV bergerak DMB.

Standar yang dirilis paling akhir adalah DMB-T yang dikembangkan oleh Tsinghua University China yang merupakan modifikasi DVB-T. Keunggulan DMB-T terletak pada sistem OFDM yang dilengkapi sinkronisasi pada ranah waktu (TDS[Time Domain Synchronous] - OFDM). sinyal sinkronisasi tersebut dikirimkan secara terpisah dari sinyal TV dengan menggunakan teknologi spread spectrum sehingga memberikan ketahanan lebih tinggi bagi sinyal sinkronisasi terhadap derau dan interferensi sehingga proses deteksi OFDM yang membawa sinyal TV menjadi lebih baik pula.

Postingan berikutnya akan dibahas tentang “Migrasi Dari Analog Ke Digital”.

 

No comments:

Post a Comment