Sunday, April 14, 2013

Menanti Wujud TV Berkualitas Ultra HD

Inovasi teknologi layar semakin berkembang, termasuk soal ketajaman layar agar memanjakan mata pengguna.
Awal tahun ini, dalam ajang Consumer Electronic Show, diperkenalkan TV dengan kemampuan layar super ultra, 4K TV.
Layar TV ini memiliki resolusi di atas High Definition. Sebelumnya, sudah disebutkan teknologi Ultra HD. Resolusi yang dibawa mencapai 3840 × 2160 piksel.
TV dengan resolusi 4K HD memiliki resolusi vertikal dan horisontal dari format HDTV dengan resolusi 1080 pixel, atau empat kali lebih lebih baik dari ukuran standar 1080 pixel HD.
Seperti apa bayangan TV layar lebar dengan ketajaman yang super ini?

Sunday, February 24, 2013

Kamus Istilah Penyiaran Digital

Cover DepanPerkembangan teknologi senantiasa melahirkan beragam istilah baru dalam berbagai bidang, tak terkecuali dalam dunia penyiaran. Seiring berjalannya waktu, ratusan bahkan ribuan istilah telah bermunculan dalam dunia penyiaran. Sebagian mungkin berupa istilah yang cukup akrab di telinga dan tak perlu dijelaskan lagi. Namun selebihnya, istilah tersebut merupakan istilah baru yang perlu diterangkan. Khususnya, saat dunia penyiaran memasuki era digital.
Dunia penyiaran tak lagi hanya diisi oleh istilah-istilah yang hanya terkait audio, video dan transmisi. Lebih dari itu, dunia penyiaran pun telah bersentuhan lebih akrab dengan teknologi informatika atau internet sehingga keragaman istilah pun lebih terasa.
Buku ini secara garis besar memberi penjelasan lebih dalam dibandingkan definisi pengertian pada umumnya dan untuk istilah-istilah lainnya memberikan beberapa penjelasan yang menyangkut arti dan pemakaiannya. Isi buku ini tidak menggunakan pendekatan seperti yang ada pada buku teks. Dengan kemasan tersebut, diharapkan pembaca bisa tahu dan lebih memahami.
Cover BelakangBuku ini ditulis oleh Pak Sunaryo, yang telah menggeluti dunia penyiaran sejak tahun 1973 ketika bergabung di TVRI. Tahun 1986, beliau dimutasi ke Multimedia Training Centre (MMTC) sebagai kepala seksi peralatan studio sampai menggapai posisi Kepala bidang pengelola sarana. Tahun 1996 kembali ke Jakarta sebagai kepala bidang penyusunan program dan Laporan, setditjen Radio-TV-Film, selanjutnya menjadi kepala bidang sarana teknik asisten deputy urusan penyiaran. Tahun 2004 – 2008 beliau menjabat kepala Multimedia Training Centre (MMTC). Tahun 2008 – 2012 berkarir di Kemenkoinfo.
Sebagai buku kompilasi “Kamus Istilah Penyiaran Digital”, diharapkan bisa berguna baik bagi pelajar/mahasiswa yang baru mengenal dunia penyiaran radio, televisi dan TIK, para karyawan yang bekerja di bidang penyiaran digital berikut jajaran pengurusnya maupun penggiat penyiaran digital dimanapun berada.
Buku ini dibuat dengan dua versi, versi soft cover dan hard cover. Versi soft cover akan tersedia Rp. 58.000, untuk versi hardcover tidak dijual bebas karena cetakannya terbatas dengan harga Rp. 70.000. Bebas ongkos kirim untuk area Jakarta dan sekitarnya. Untuk pemesanan bisa menghubungi saya, Agus Rusmawan dengan no hp. 0812 806 2233 - 02193849370, pin BB 21D81AFB dan alamat email rusmawan@yahoo.com.

Wednesday, February 6, 2013

Canon Soal 'Gairah' Kamera ILC & Pentingnya Pasar Asia

Tren di bisnis fotografi dibeberkan jajaran petinggi Canon di markas besarnya. Di satu sisi, raksasa kamera tersebut mengakui bahwa terjadi kelesuan di pasar kamera saku (compact). Namun di sisi lain, minat konsumen akan kamera digital Interchangeable Lens (ILC) terus tumbuh.
Tatsuo Yoshioka, Senior General Manager ICP Startegic Management Planning Center, ICPO Canon Inc. mengatakan bahwa permintaan kamera ILC sudah terlihat gairahnya di antara tahun 2011-2012, yakni adanya peningkatan sebesar 10%. Adapun ILC ini selain DSLR juga termasuk kamera kategori mirorrless.
Seperti diberitakan sebelumnya, hal ini berlawanan dengan situasi yang harus dihadapi oleh compact camera yang penjualannya menurun 10% dalam periode yang sama.
Canon pun turut mengeluarkan prediksinya untuk beberapa tahun ke depan. Mereka percaya bahwa pertumbuhan market kamera digital ILC akan bertumbuh sebesar 10% bahkan lebih, baik di emerging dan developed market dari tahun 2012 hingga tahun 2015 mendatang.
Menghadapi persaingan yang sengit di antara rival-rivalnya seperti Sony dan Nikon, Canon memiliki kiat sendiri untuk tetap menjadi pemimpin di pasar kamera. Alih-alih bertarung di jumlah megapiksel, Canon lebih mengutamakan perpaduan antara lensa, image processor dan imaging processor yang menjadi 3 kunci penting dalam menghasilkan foto berkualitas tinggi.
Di tahun 2012 ini, raksasa kamera tersebut menaruh harapan tinggi pada produk flagship mereka yakni EOS 5D Mark III, EOS 6D, EOS M, PowerShot N dan lensa EF 24-70mm f/4L IS USM.
Pentingnya Pasar Asia

Kamera Sinema EOS Canon Ciptakan Market Baru

Tahun 2011 Canon menerjunkan produk perdana di jajaran kamera sinema EOSnya. Dengan peluncurkan kamera C300 dan dilanjutkan dengan beberapa model di tahun selanjutnya, Canon menyebutkan pihaknya telah membuat pasar baru.
Dikatakan oleh Hiroo Edakubo selaku Advisory Director Group Executive ICP Group 4 Canon Inc. perhatian pengguna kamera sinema kini telah mengalami perubahan.
"Di Jepang, untuk acara-acara pernikahan, perhatiannya kini beralih ke kamera bersensor besar. Cinema EOS System ini menciptakan market baru," tukasnya saat berada di kantor pusat Canon, Shimomaruko, Jepang.