Monday, January 15, 2018

Pemancar TV Digital, Diantara Fitur Unggulan & Implementasi

Saat ini, terdapat beberapa standar teknologi penyiaran TV digital yang telah digunakan, antara lain penyiaran video digital (Digital Video Broadcasting è DVB) dari Eropa, layanan penyiaran digital terintegrasi (Integrated Service Digital Broadcasting è ISDB) dari Jepang, Komite Sistem Televisi Tingkat Lanjut (Advanced Television System Commitee è ATSC) dari Amerika Serikat, dan Penyiaran Multimedia Digital (Digital Multimedia Broadcasting è DMB) dari Korea Selatan dan Cina.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tanggal 2 Februari 2012 telah menetapkan bahwasanya Standar Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (free-to-air) yang ditetapkan di Indonesia adalah Digital Video Broadcasting – Terestrial second generation (DVB-T2). Pemilihan standar ini didasarkan atas hasil penelitian bahwa DVB-T2 adalah teknologi yang menghasilkan kecepatan data yang paling mendekati garis lurus “Shannon Limit”, yaitu suatu garis yang merupakan batas maksimal kecepatan pengiriman data dengan faktor kesalahan mendekati nol (error free maximum data speed). Sebagai sebuah standar teknologi penyiaran digital, DVB sebenarnya terdiri dari beberapa jenis yaitu DVB-T untuk penyiaran terestrial (terdiri dari DVB-T dan DVB-T2), DVB-S untuk penyiaran menggunakan satelit (terdiri dari DVB-S dan DVB S2), DVB-C untuk penyiaran menggunakan kabel (terdiri dari DVB-C dan DVB-C2), DVB-H untuk penyiaran digital yang bisa diterima oleh pesawat hand-held (smartphone), DVB-DATA (the Cyclical Data Delivery System), DVB-SI (Sistem pelayanan Informasi) dan DVB-MHP (Middleware untuk TV interaktif).

Sunday, November 5, 2017

Tips memilih Switcher Video

Sebelum kita memutuskan untuk memilih salah satu switcher video, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar peralatan yang kita pilih sesuai dengan kebutuhan, yaitu:

  1. Tentukan kebutuhan input dari switcher video, berdasarkan pengalaman, untuk program news/berita cukup menggunakswitcher sony mx 500an 3 kamera saja. Jika switcher video tersebut hanya digunakan untuk rekaman acara berita saja, maka switcher video dengan 4 input sudah cukup dimana perinciannya adalah input1 (kamera1), input2 (kamera2), input3 (kamera3), input4 (cadangan). Akan tetapi, jika switcher video tersebut selain untuk rekaman juga digunakan untuk siaran langsung, maka kebutuhan untuk input switcher video juga bertambah karena akan ada penambahan input dari VTR (video tape recorder) yang biasanya ada 2 unit, selain itu akan ada input dari CG (computer graphic). Untuk kondisi tersebut, maka kita harus menggunakan switcher video dengan 8 input dimana perinciannya adalah input1 (kamera1), input2 (kamera2), input3 (kamera3), input4 (VTR1), input5 (VTR2), input6 (CGkey), input7 (CGfill), input8 (cadangan). Untuk studio news yang besar, yang sudah menggunakan video server untuk memutar materi videonya, maka kebutuhan untuk input switcher video juga akan bertambah karena selain tambahan input video server, juga biasanya akan ada input dari framesync untuk menerima video kiriman dari luar (misal dari SNG[Satelitte News Gathering]). Untuk studio news yang besar, dibutuhkan switcher video dengan 12 input dimana perinciannya adalah input1 (kamera1), input2 (kamera2), input3 (kamera3), input4 (VTR1), input5 (VTR2), input 6 (server1), input7 (server2), input8 (framesync1), input9 (framesync2), input 10 (CGkey), input11 (CGfill), input 12 (cadangan). Untuk studio produksi dengan menggunakan 6 kamera dan digunakan untuk acara siaran langsung, maka dibutuhkan switcher video dengan 12 input juga dengan perinciannya adalah input1 (kamera1), input 2 (kamera2 ), input3 (kamera3), input4 (kamera4), input5 (kamera5), input6 (kamera6), input7 (VTR1), input8 (VTR2), input9 (CGkey), input10 (CGfill), input11 (cadangan), input12 (cadangan).

2. Untuk studio yang stand alone, dalam artian ruang kontrol (control room)nya

Monday, October 30, 2017

Switcher Video (Bagian 3)

Beberapa fungsi key yang biasa digunakan di switcher video:

1. Luminance key

LuminanceKeyLuminance key bekerja dengan baik ketika apa yang kita ingin tampilkan di layar lebih terang dibanding latar belakang yang digunakan, seperti kata-kata yang berwarna putih yang ada pada terjemahan dari suatu acara yang berbahasa asing atau teks lagu untuk acara musik. Contoh luminance key seperti gambar di samping. Pada contoh di samping, terlihat ada dua gambar yang dipadukan dimana warna hitam yang berada di gambar bawah dihilangkan dan tulisan A yang berwarna putih menjadi latar depan gambar yang di atasnya

2. Chroma key

Cchromakey1hromakey bekerja dengan cara menghilangkan/mengganti warna tertentu yang menjadi latar belakang suatu obyek dengan sumber video yang lain. Sumber video pengganti menjadi latar belakang (background). Warna yang biasa digunakan sebagai latar belakang adalah warna biru atau hijau. Teknisnya adalah seseorang berakting di depan layar besar yang berwarna biru (blue screen) atau hijau (green screen), di switcher, gambar tersebut digabung dengan obyek lain dengan menghilangkan layar biru atau hijaunya, sehingga jika penonton melihat di televisi, tidak akan mengira jika orang tersebut berada di depan layar hijau atau biru. Yang sering menggunakan teknik tersebut biasanya program berita atau program-program yang memiliki anggaran tidak terlalu besar. Contoh penggunaan chroma key seperti terlihat di samping. Pada gambar di samping, terlihat dua orang sedang melakukan wawancara dengan latar belakang hijau. Dengan teknik chroma key, gambar tersebut disulap seakan mereka sedang melakukan wawancara di area luar ruang.

3. Linear Key


Sunday, October 15, 2017

Switcher Video (Bagian 2)

cross point area 1editKonsep utama dari switcher adalah “bus”. Pada dasarnya bus merupakan sederetan tombol-tombol dimana tiap tombol mewakili sumber video. Switcher video biasanya memiliki tiga barisan bus, barisan pertama disebut sebagai program bus (dalam gambar tertera PGM/A) yang mana apabila tombol dari program bus ini ditekan akan menjadi keluaran dari switcher video, barisan kedua disebut sebagai preview bus atau preset bus (dalam gambar tertera PST/B) yang mana apabila tombol dari preview bus ini ditekan akan berfungsi untuk pemilihan video selanjutnya (persiapan video yang akan dipilih berikutnya). Baik program bus maupun preview bus keduanya memiliki monitor video tersendiri. Bus ketiga yang digunakan untuk komposisi video disebut sebagai key bus atau aux bus (dalam gambar tertera AUX). Beberapa switcher biasanya memiliki key bus lebih dari satu, tetapi mereka selalu berbagi dalam satu set tombol key bus. Ketiga bus utama yang merupakan format dasar dari switcher video ini biasanya disebut sebagai bagian Program/Preset atau P/P. Switcher video yang besar biasanya memiliki beberapa bagian ini yang biasa disebut sebagai Mix/Effect (disingkat M/E). ada switcher yang memiliki 1 ME, 1,5 ME, 2 ME dan seterusnya.

transision area edit