Wednesday, October 8, 2014

HTC RE: Penantang GoPro yang Mirip Periskop Kapal Selam

HTC Kamera New York - HTC mencoba keluar dari zona nyaman smartphone dengan menghadirkan camera action yang diberi nama HTC RE. Kamera mini penantang GoPro ini kalau dilihat sepintas mirip periskop kapal selam.
Meskipun bentuknya agak nyeleneh, kamera mini yang juga agak-agak mirip dengan inhaler asma ini punya spek yang tak kalah canggih. Kamera ini menawarkan kualitas gambar 16 MP dengan sensor CMOS 1/2.3 dan lensa 146° ultra wide angle.
Berhubung ini produk camera action, HTC RE tentunya juga didesain tahan air dan anti debu dengan sertifikasi IP57. Kamera mini perdana ini punya kemampuan untuk merekam video 1080p @30 fps dan 720p @120fps untuk video slow motion.
Di dalam fitur HTC RE, ada juga sensor grip yang bisa mengaktifkan kamera begitu kita memegangnya. Kemudahan ini
harusnya membuat pengguna tak lagi khawatir melewatkan momen foto atau video hanya karena terlambat mengaktifkannya.
Dengan tenaga baterai 820 mAh, kamera mini ini juga bisa mengambil gambar ukuran 16MP sebanyak 1.200 foto atau merekam video selama 1 jam 40 menit dengan kualitas HD 1080p.
Spesifikasi lain yang ikut ditawarkan di antaranya memori internal 8GB dan slot kartu microSD yang bisa diekspansi hingga 128GB. Kamera ini juga bisa terkoneksi Wi-Fi 802.11 a/b/g/n dan Bluetooth 4.0.
Dua fitur yang terakhir dapat digunakan untuk menghubungkan HTC RE dengan
smartphone sehingga memudahkan untuk berbagi dan sinkronisasi foto dan video. Kamera ini juga bisa terkoneksi dengan aplikasi HTC Zoe.
Layaknya camera action pada umumnya, HTC juga telah menyiapkan sejumlah aksesoris untuk HTC RE. Misalnya untuk penyangga charger, powerbank, tripod mini, klip-on, dan masih banyak aksesoris menarik lainnya.

Source : http://inet.detik.com/read/2014/10/09/073139/2713681/317/htc-re-penantang-gopro-yang-mirip-periskop-kapal-selam?991101mainnews

Saturday, September 6, 2014

Kamera Televisi, Elemen dan Fitur (Bagian kedua)

Dilihat dari fungsi kamera di atas, maka kamera televisi bisa dibagi ke dalam 3 bagian, yaitu :
1. Lensa
2. Kepala kamera (camera head)
3. Viewfinder
1. Lensa
clip_image002Lensa adalah benda tembus cahaya (transparan) yang dibatasi oleh dua buah bidang lengkung (sferik) atau sebuah bidang lengkung dan sebuah bidang lagi datar. Fungsi lensa adalah untuk mengumpulkan sinar yang dipantulkan oleh obyek sehingga membentuk bayangan optis pada permukaan CCD (charge-couple device). Lensa menentukan perspektif visual dari pemandangan yang dilihat oleh penonton.
Lensa tersusun atas 3 bagian:
a. Elemen-elemen optik, yang menghasilkan bayangan. Sebuah lensa terdiri dari sejumlah elemen-elemen optik yang ditempatkan dalam silinder metal. Elemen-elemen ini berupa kaca bulat dengan lapisan-lapisan khusus yang berfungsi untuk mengurangi refleksi sinar yang dipantulkan oleh obyek, memfokuskan bayangan pada permukaan CCD. Lensa terbagi dua, yaitu lensa cembung (convex lens) dan lensa cekung (concave lens).
b. Iris, yang bisa diubah-ubah untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam kamera. Iris adalah sejumlah lembaran metal tipis yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa dibuka dan ditutup untuk mengatur jumlah sinar yang bisa masuk melalui lensa. Bila iris dibuka selebar mungkin, lensa mengirim sinar maksimum ke dalam kamera, dan kalau iris kita kurangi atau tutup, lubang diafragma akan menyempit, sehingga sedikit sinar yang masuk ke dalam kamera. Bukaan diafragma diukur dengan nomor f-stop dimulai dari f/1,4 sampai f/22.

Saturday, August 16, 2014

Kamera TV, Elemen dan Fitur

Postingan kali ini akan membahas tentang Kamera Televisi, dari teknik dasar sampai bagian dari kamera itu sendiri. Tulisan ini sebenarnya bukan tulisan saya yang baru, karena sebelumnya juga dimuat di Majalah Broadcastmagz Edisi 24 yang terbit bulan Desember 2013. cukup lama memang, sekitar 8 bulan yang lalu, mengingat belum banyak yang memiliki majalah broadcastmagz, maka tidak ada salahnya jika tulisan ini diposting di blog juga.
Seperti kita ketahui bersama, ada perbedaan mendasar antara siaran radio dengan siaran televisi, dimana dalam siaran radio kita hanya bisa menikmati suaranya saja, sedangkan dalam siaran televisi, selain menikmati suara (audio), kita juga bisa menikmati gambar (visual) secara bersamaan. Ada beberapa peralatan yang menjadi sumber visual, diantaranya adalah Laptop/PC (personal computer), DVD (digital versatile disc), CG (character generator), VTR (video tape recorder), dan yang akan kita bahas kali ini yaitu kamera.
clip_image002[4]Gambar-gambar yang kita saksikan pada layar pesawat televisi, baik yang disiarkan secara langsung maupun yang telah direkam sebelumnya, diantaranya adalah gambar yang telah dilihat oleh kamera televisi. Gambar-gambar tersebut ditentukan oleh apa yang bisa dilihat dan bagaimana cara kamera melihatnya.

Sunday, June 1, 2014

Review Microphone Shure

Review ini sebelumnya pernah dimuat di Majalah Broadcastmagz  edisi 16 bulan Januari 2013, tidak ada salahnya jika diposting di blog hasil reviewnya.
1. FP25/VP68
clip_image002 Shure FP25/VP68 wireless handheld system (sistem genggam nirkabel) terdiri dari 3 unit terpisah yang digabungkan menjadi satu sistem. Ketiga unit tersebut adalah VP68 omnidirectional capsule microphone (microphone kapsul dengan polar pattern omnidirectional), FP2 handheld transmitter (alat pemancar sinyal yang bisa digenggam), dan FP5 portable diversity receiver (alat penerima sinyal yang mudah dibawa dan memiliki antenna dengan tipe diversity). Microphone kapsul omnidirectional VP68 merupakan solusi yang nyaman untuk syuting ENG (electronic news gathering) ataupun wawancara di lapangan. VP68 kompatibel dengan semua pemancar nirkabel genggam shure. Mic jenis ini membutuhkan jarak yang lumayan dekat dengan sumber suara (biasanya subyek wawancara) sehingga hanya ideal untuk tipe wawancara satu per satu. VP68 dapat menerima sinyal suara dengan jelas baik pada posisi on-axis maupun posisi off-axis. VP68 juga mampu menimimalkan efek proximity secara natural serta mempunyai kinerja yang sangat bagus ketika digunakan baik di dalam maupun di luar ruangan. Selain kelebihan di atas, karena sifat polar patternnya yang omnidirectional sehingga alat ini mampu menerima sinyal suara dengan baik dari berbagai arah, maka mic jenis ini tidak cocok jika digunakan untuk tempat yang tingkat kebisingannya sangat besar seperti di terminal, pasar, maupun tempat keramaian lainnya karena gangguan suara yang dihasilkan dari area sekitar mic akan masuk dan mengganggu tingkat kejernihan suara yang dihasilkan.
Pemancar sinyal genggam FP2 sangat cocok untuk disandingkan dengan semua microphone kapsul dari shure dan ideal untuk digunakan dengan sistem FP wireless dan sistem SLX wireless. Selain dengan VP68, pemancar sinyal genggam FP2 biasanya disandingkan dengan shure SM58. Untuk sinkronisasi sinyal antara pemancar dan penerima sinyal sangat mudah yaitu dengan menggunakan sinyal infra merah. Setting pemancar otomatis akan langsung sinkron antara pemancar dan penerima. FP2 juga memiliki indicator LED untuk mengontrol lock out, IR/RF sync, dan mengontrol kondisi baterai. Bobotnya yang sangat ringan sehingga FP2 mudah untuk dibawa kemana saja. Untuk kebutuhan power, cukup dengan baterai AA sebanyak 2 buah yang mampu bertahan selama 11 jam dengan menggunakan baterai jenis alkaline.